Rabu, 14 Januari 2009

Seputar Islam dan Nilai-Nilai Perjuangan

Nilai dasar perjuan secara umum memiliki tiga dimensi pokok yakni berisi "way of thinking", sebagai dasar untuk menyusun "method to action" untuk selanjutnya dijadikan sebuah "mode of action". Hingga saat ini kita cenderung hanya fokus pada salah satu aspek saja sehingga tidak "kafah" dalam menjalankan kehidupan ini. Bagaimanakah sebenarnya "way of thinking" yang seharusnya dikembangkan oleh alumni? Bagaimanakah cara juang "method" alumni dalam setiap aktifitas? Bagaimana action harus dilakukan? Mari kita lebih mensistematiskan diskusi kita untuk mencari benang merah dari nilai-nilai yang mungkin saat ini hanya kita jargonkan saja dan tidak melandasi semua aktifitas kita.

9 komentar:

  1. NDP tidak sesulit yang kita bayangkan untuk memahaminya, akan tetapi sulit bagi saya untuk memahaminya, mgkn krn kurang s3 nya saya untuk mempelajarinya dan memahaminya.
    tuk jargon yang selama ini kita umbar2kan terkadang hanya kata semata..namun harapannya sesuai yang ada di tema kali ini saya sepakat untuk kita diskusikan lebih lanjut

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum....

    kepada pengurus HMI atau temen2 yang masih memiliki dokumen NDP (atau yang revisian) sekalian di share atau di up load. maaf, saya tdk bawa dokumennya, biar kita bisa bediskusi lebih kafah... dan dengan rujukan yang otentik. serta sekalian belajar "paraphrase" dan "avoding plagiarism"

    Likarluar Yakusa Australia (Yakin Usaha Sampai) yang sekarang lagi ada di luar lingkaran Indonesia...

    Wassalamu'alaikum

    Kind Regards,


    Tri Wahyu Nugroho

    BalasHapus
  3. Blog under construction ya..?
    Kalo bs dibagi tema2 aja, Mgkn sesuai NDP, Ideopoleksosbud, bidang pertanian, Isu global dan nasional, atw

    berdasarkan minat team blogger aja-lah. Jadi arahnya jelas.
    Boleh jg kalo py koleksi e-book, trus di klsifikasi. Tp blogger ini dikasih brp kapasitas ya? :)

    Ok. Sukses selalu..

    BalasHapus
  4. Emang bener sih, klo kita mo sungguh2 dalam memahami per bagian dari NDP, tidaklah sulit dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Namun, perlu digaris bawahi pula bahwa pemahaman yang terlalu dipaksakan akan menimbulkan persepsi yang berbeda dan malah salah kaprah.

    Jujur klo bilang masalah NDP, saya bener2 blum bisa memahami sampai sekarang. Tau ja apa isi dari NDP baru akhir2 ini, apalagi memahaminya!

    Oleh sebab itu saya butuh penjelasan dari kawan2 skalian. Y..yang mungkin lebih tau dan memahami apa itu NDP.

    Trimakasih

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum Wr. Wb

    Sekedar usulan sistematikan pembahasan NDP

    Biasanya, berdasarkan pengalaman memulai mengkaji NDP menggunakan struktur berikut ini :

    1. Sejarah kemunculan NDP, bercerita tentang semacam "asbabun nuzulnya" NDP
    2. Kerangka pikir yang digunakan NDP, cara pikir atau alur pemikiran yang digunakan dalam penulisan dan penyajian NDP.
    3. Membaca dan mencermati tiap-tiap bab

    Sedangkan metode diskusi nomor 2 paling mudah sebagai berikut :
    1. Diuraikan secara skematik pola pikirnya.
    2. Diiskusikan dan tanya jawab.
    3. Kesimpulan kerangka pikir

    Metode diskusi nomor 3, paling mudah :
    1. Membuat pertanyaan tiap-tiap bab
    2. Dijawab dan direspon
    dst dst

    Mungkin usulan saya demikian, siapa yang menindaklanjuti..

    Wasalam mualaikum wr. wb.
    Triyoko

    BalasHapus
  6. saya cocok dengan yang disampaikan cak yoko
    NDP (Nilai-nilai Dasar Perjuangan) yang ada di HMI selama ini dipercaya sebagai ideologi. Seperti kita ketahui, ideologi dipahami sebagai cara pandang pada hidup kita masing-masing. Tapi menurut mazhab Kiri Baru, ideologi adalah konsepsi pemikiran yang melahirkan tindakan yang berhadapan dengan realitas. Jadi, ideologi haruslah dapat merubah realitas kehidupan yang tidak sesuai dengan harapan yang terkandung dalam ideologi dimaksud.
    Ini adalah definisi ideologi yang akan saya tawarkan untuk digunakan pada tulisan ini.

    NDP adalah konsepsi dari Cak Nur tentang ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Nilai-nilai Islam yang absolute dan universal digabungkan dengan nilai-nilai Indonesia yang plural sehingga terlahirlah NDP. Namun, ada beberapa hal yang membuat NDP menjadi begitu "sakral" dan tidak mudah dipahami oleh sebagian besar kita.

    Saya menawar metodologi lain dalam memahami NDP, isi NDP yang cenderung developmentalis versi Cak Nur yang sosiologis-teologis-filosofis menjadi filosofis-teologis-sosiologis sehingga lebih mudah dipahami dan lebih membumi.

    Bagaimana pendapat saudara2??

    BalasHapus
  7. Untuk memahami sebuah karya (karya seseorang atau sebuah institusi, termasuk bangsa), biasanya dimulai dari bagaimana karya tersebut dirumuskan, mulai dari latar belakang sejarah, sosiologis, dst..dst. (INI YANG DISEBUT DENGAN MEMBACA APA ADANYA-TENTUNYA DENGAN TANPA PRETENSI APAPUN JUGA, istilah filasafatnya (biar agak mentereng ontologi-Epistimologi).

    Selanjutnya, baru dicerap/diadaptasi hingga pada direvitalisasi dengan kondisi kekinian atau kondisi masing-masing pihak yang mencoba membaca, meneliti, hingga pada memahamai karya tersebut. (biasanya disebut dengan aksiologi)

    Jika NDP dianggap sebagai "sebuah karya" sebelum mencerap/mengadaptasi hingga revitalisasi maka seharusnya dipahami terlebih dahulu "sebagaimana adanya NDP" dengan tentunya termasuk didalamnya subyektivitas "pembuatnya".

    Menurut pendapat saya hal ini dilakukan, dengan tujuan agar tidak kehilangan jejak-jejak "karya itu sendiri".

    Bagaimana???

    Wassalam, Triyoko '89

    BalasHapus
  8. Kalau mau biar kelihatan intelek dan diberat-beratkan, maka untuk memahami NDP perlu beberapa prasyarat pemahaman terhadap ilmu (INI JIKA HANYA INGIN DIKATAKAN INTELEK DAN KEMINTER) padahal ada jalan lain yang tidak harus begitu-begitu amat sih.

    Prasyarat untuk memahami NDP diantaranya (seperti mata kuliah keahlian saja, harus ada prasyaratnya):
    1. Pokok-pokok pemikiran filsafat ilmu, (tidak harus semuanya dipahami yang penting prinsip dan alur pikirnya saja. Sebagai alat atau semacam pisau analisa.
    2. Pokok-pokok ketuhanan, pandangan sosiologis tentang kepercayaan (jangan memilih buku sejarah tuhan, terlalu berat dan mahal harganya), pilihannya paling gampang karyanya Andi Hakim Nasution.
    3. Pokok-pokok sosilogi (minimal memahami tentang kait berkaitnya nilai-tata nilai-kebiasaan-prilaku-tradisi-kebudayaan)
    4. Pokok-pokok Tauhid.
    5. Pokokpokok Nubuwah (kenabian)

    Seingat saya baru segitu dulu ya...
    Bagaimana temen, mohon ada tanggapan ya...

    Triyoko '89

    BalasHapus
  9. ada berbagai model pembacaan teks, saya ambil yang paling umum; Pertama model dasar, dengan mengendalikan kemauan untuk mengapresiasi dengan memobilisasi empati, yang menghasilkan rasa simpati pada "protagonis", dan antipati pada "antagonis" atau pemujaan dan penyesalan yang berlebihan pada konteks utama dalam teks yang menghasilkan klaim penulis.

    Kedua, model lanjutan, yang memerlukan kerangka teori “sastra”/pisau analisa tertentu untuk menelaah teks dengan mengandaikan bahwa teks bukan lagi milik dan tgjawab si penulis melainkan tergantung sepenuhnya dari kemampuan si pembaca untuk memaknai teks dengan teori/pisau analisa yang dipakai menganalisis.

    Khusus untuk NDP, bagi saya sederhananya ada tiga langkah dalam membaca NDP;
    Pertama, membaca NDP sebagai teks, yaitu membaca dengan maksud penulisnya,
    Kedua Membaca apa yang ada dibalik teks, yaitu membaca dan atau merekontruksi konteks historis dimana teks itu dibuat (cucok dengan istilahnya cak yoko-azbabun Nuzul),
    Ketiga membaca apa yang dihadapan teks, yaitu rekontekstualisasi pesan-pesan teks dalam konteks kebutuhan saat ini.

    Pembacaan NDP secara tendensius akan melahirkan “hermeneutika otoriter”. Hal ini terjadi ketika mekanisme pencarian teks (makna) terampas dengan ditundukkannya dari teks tersebut kedalam pembacaan yang subyektif.

    Bagaimana menurut saudara2?

    -Ihwan

    BalasHapus